Lihat juga
Dolar AS berhasil pulih selama paruh pertama sesi perdagangan hari ini, dengan USDX naik dari level terendah Selasa (terlemah sejak Maret 2022) di 95.52 ke level saat ini di sekitar 96.20.
Namun demikian, dolar tetap berada di bawah tekanan, dan indeks USD masih berada dalam pasar bearish global, diperdagangkan di bawah area dukungan strategis di 96.80 (EMA200 bulanan). Aksi saat ini menunjukkan pemulihan dolar bersifat korektif, sementara tren keseluruhan tetap bearish.
Hari ini, fokus pasar adalah pertemuan pertama Fed tahun ini; keputusan kebijakan akan dirilis pada pukul 19:00 GMT. Di bawah ini kami tinjau prospek dolar — kelemahan dan potensi dukungannya.
Faktor negatif
Faktor pendukung
Meskipun dolar tampak secara fundamental undervalued relatif terhadap perbedaan suku bunga, sejumlah faktor jangka panjang — terutama memburuknya kredibilitas fiskal AS, meningkatnya utang publik, menurunnya kepercayaan dalam kebijakan perdagangan dan luar negeri, serta kekhawatiran tentang independensi Fed — terus memberikan tekanan ke bawah yang mengimbangi faktor positif makro jangka pendek dan menjaga dolar dalam tren menurun.
Gambaran teknis USDX
Meski ada kenaikan hari ini, dolar tetap rentan.
Resistensi kunci: 96.80. Kembali dan bertahan di atas level tersebut diperlukan untuk meniadakan risiko penurunan lebih dalam dalam waktu dekat.
Dukungan langsung: 95.52 (rendah kemarin). Jika menembus di bawah level ini, akan membuka jalan menuju level yang lebih rendah, berpotensi menguji 95.00 – 94.50 – 94.00.
Prospek Jangka Menengah
Keseimbangan risiko mengindikasikan kemungkinan penurunan dolar lebih lanjut. Faktor-faktor struktural dan harapan akan pelonggaran menciptakan kecenderungan penurunan yang kuat. Setiap peningkatan yang terjadi mungkin hanya bersifat sementara dan korektif kecuali jika The Fed merubah kebijakan menjadi lebih ketat — yang tampaknya tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Kesimpulan
Dolar AS kini menghadapi masa transisi yang menantang. Walaupun ada sesekali kenaikan, arah umum tetap turun, dan pasar semakin memperhatikan peluang pelonggaran kebijakan The Fed serta dampak politik. Dinamika jangka pendek saat ini sangat dipengaruhi oleh pernyataan Jerome Powell. Namun, di luar pertemuan tersebut, kondisi yang rumit tetap ada: adanya tekanan politik terhadap The Fed, meningkatnya defisit anggaran, serta harapan akan penurunan suku bunga, semua itu akan terus mempengaruhi perspektif bearish.
Para investor perlu bersiap menghadapi fluktuasi yang meningkat terkait dengan keputusan The Fed, konferensi pers, dan dampaknya di hari berikutnya. Masa depan dolar hanya akan menjadi lebih jelas setelah hasil pertemuan dan siapa yang menjabat sebagai ketua The Fed yang baru terungkap. Informasi ini pada akhirnya akan menentukan arah kebijakan moneter dalam beberapa tahun mendatang. Saat ini, tren menunjukkan adanya kelemahan pada dolar, dan setiap upaya pemulihan harus dilihat sebagai kesempatan untuk menjual.