empty
 
 
05.05.2026 12:53 AM
Gambaran Umum Pound Inggris. Pratinjau Mingguan

This image is no longer relevant

Pound sterling berada dalam posisi yang bahkan lebih baik daripada euro. Awal pekan baru memang tidak ideal, tetapi sejauh ini belum terjadi sesuatu yang terlalu mengkhawatirkan. Sayangnya, ini bisa saja menjadi ketenangan sebelum badai. Saat ini, sama sekali belum jelas apakah serangan Iran terhadap kapal perusak Amerika benar-benar terjadi, karena Washington menyangkal adanya kerusakan pada kapalnya. Sementara itu, untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata sementara, Dubai memberlakukan status siaga udara. Asapnya semakin tebal tanpa terlihat api. Jika api benar-benar menyala, permintaan terhadap dolar AS bisa naik lebih jauh, yang akan memengaruhi pola gelombang pound saat ini.

Pekan lalu, Bank of England mengambil posisi yang agak "hawkish", mirip dengan European Central Bank. Bank sentral Inggris tidak menaikkan suku bunga, tetapi mengisyaratkan bahwa keputusan seperti itu bisa menjadi opsi dalam pertemuan-pertemuan berikutnya. BoE menyadari bahwa inflasi sedang meningkat, dan laju pertumbuhan ekonomi bisa melambat akibat potensi pengetatan kebijakan. Namun, inflasi tetap menjadi prioritas utama BoE, sehingga jika inflasi terus naik, suku bunga harus dinaikkan.

Dan inflasi sangat mungkin naik. Kita baru melihat data untuk bulan pertama konflik minyak. Pada April, Consumer Price Index bisa melonjak jauh di atas level 3,3% saat ini. Bagi pound, ini juga kabar yang sangat baik, karena Federal Reserve berniat mempertahankan status quo sepanjang 2026. Direktur baru, Kevin Warsh, bersama Stephen Miran, bahkan mungkin mendorong pemangkasan suku bunga meski inflasi meningkat. Faktanya, Miran memberikan suara untuk pelonggaran kebijakan di setiap pertemuan.

Pekan ini, tidak akan ada latar belakang berita dari Inggris, yang justru membuat situasi pasar menjadi lebih sederhana. Analisis akan banyak berfokus pada data dan informasi geopolitik Amerika Serikat. Seperti sudah saya sebutkan, pasar tenaga kerja AS masih berada dalam kondisi yang cukup "dingin", dan sangat sulit menarik kesimpulan tegas dari data pengangguran dan payroll tiga bulan pertama. Karena itu, saya tidak akan heran jika data April ternyata lemah. Apa yang bisa membuat data tersebut kuat jika inflasi di AS meningkat, biaya terus naik, dan perusahaan terpaksa mengurangi produksi serta layanan karena kekurangan atau mahalnya bahan bakar?

Berdasarkan semua hal di atas, saya berpendapat euro dan pound akan menguat pekan ini. Satu-satunya faktor yang bisa menghalangi pasar untuk membeli kedua instrumen tersebut adalah geopolitik. Situasi di Timur Tengah memang belum kembali memanas sepenuhnya, tetapi bisa saja memanas jika ternyata kapal perusak Amerika mengalami kerusakan parah atau bahkan tenggelam. Oleh karena itu, pernyataan Trump berikutnya bisa menjadi sangat penting.

This image is no longer relevant

Gambar Gelombang untuk EUR/USD:

Berdasarkan analisis EUR/USD, saya menyimpulkan bahwa instrumen ini masih berada dalam segmen tren naik (gambar bawah) dan, dalam jangka pendek, berada dalam struktur korektif. Set gelombang korektif tampak cukup lengkap dan hanya mungkin berkembang menjadi bentuk yang lebih kompleks dan memanjang jika latar belakang geopolitik di Timur Tengah tidak memburuk pekan ini. Jika memburuk, segmen tren turun baru bisa dimulai dari posisi saat ini. Kita sudah melihat gelombang korektif, dan saya memperkirakan kenaikan lanjutan instrumen dari level sekarang, dengan target di sekitar figur 19.

This image is no longer relevant

Gambar Gelombang untuk GBP/USD:

Pola gelombang untuk instrumen GBP/USD menjadi semakin jelas seiring waktu, seperti yang saya perkirakan. Kini kita melihat struktur lima gelombang naik yang jelas pada grafik, yang mungkin akan segera selesai. Jika memang demikian, kita bisa mengharapkan terbentuknya set gelombang korektif. Karena itu, skenario dasar untuk beberapa hari mendatang adalah kenaikan menuju figur 37. Selebihnya akan sangat bergantung pada faktor geopolitik.

Prinsip Utama Analisis Saya:

  1. Struktur gelombang harus sederhana dan jelas. Struktur yang kompleks sulit diprediksi dan sering kali berubah.
  2. Jika tidak ada keyakinan terhadap kondisi pasar, sebaiknya tidak masuk posisi.
  3. Tidak pernah ada kepastian 100% mengenai arah pergerakan. Selalu ingat untuk menggunakan order stop-loss pelindung.
  4. Analisis gelombang dapat dikombinasikan dengan jenis analisis dan strategi trading lainnya.
Chin Zhao,
Analytical expert of InstaTrade
© 2007-2026

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.