Lihat juga
Euro dan pound Inggris diperdagangkan hari ini menggunakan strategi Mean Reversion. Saya tidak melakukan transaksi apa pun dengan menggunakan strategi Momentum.
Tidak adanya data statistik penting dari zona euro berdampak pada volatilitas euro, sementara pound Inggris terkena dampak yang lebih signifikan. Para trader, yang tidak memiliki data fundamental untuk mendukung pengambilan keputusan yang terinformasi, terpaksa mengandalkan sentimen spekulatif, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan tajam dalam volatilitas.
Pound Inggris bahkan sempat turun menembus level 1,3200, tetapi kemudian berhasil memulihkan sebagian dari penurunannya. Pelemahan pound tersebut merupakan reaksi terhadap pengumuman pengunduran diri Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Pasar tampaknya sudah terlebih dahulu memperhitungkan kemungkinan pergantian kepemimpinan, yang membantu menstabilkan mata uang nasional. Tidak adanya volatilitas kuat pada pasangan GBP/USD mengindikasikan bahwa para investor memandang kondisi saat ini sebagai sesuatu yang dapat diprediksi, meskipun akan ada perubahan politik ke depan.
Selama sesi AS, tidak ada rilis data ekonomi AS yang signifikan, sehingga perhatian pasar beralih ke pidato anggota FOMC, Christopher Waller. Pernyataannya dapat memberikan gambaran mengenai langkah The Federal Reserve selanjutnya setelah keputusan terbaru, serta penilaiannya terhadap dampak pembukaan kembali Selat Hormuz terhadap perekonomian global. Mengingat ketegangan geopolitik saat ini dan ketidakpastian di pasar energi, setiap pernyataan dari Waller kemungkinan akan dianalisis dengan sangat cermat.
Perhatian khusus akan tertuju pada sikapnya terhadap inflasi dan prospek pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Para pelaku pasar akan mencari isyarat apakah The Fed akan mempertahankan retorikanya saat ini atau menyesuaikan posisinya sebagai respons terhadap perkembangan geopolitik terbaru. Dibukanya kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama transportasi minyak, memungkinkan FOMC memperkirakan penurunan inflasi yang lebih tajam dalam beberapa bulan mendatang.
Jika data rilis sangat kuat, saya akan mengandalkan strategi Momentum. Jika tidak ada reaksi pasar terhadap data, saya akan terus menggunakan strategi Mean Reversion.
Strategi Momentum (Breakout) untuk paruh kedua hari:
Untuk EUR/USD:
Untuk GBP/USD:
Untuk USD/JPY:
Strategi Mean Reversion untuk paruh kedua hari:
Untuk EUR/USD:
Untuk GBP/USD:
Untuk AUD/USD:
Untuk USDCAD: