empty
 
 
21.07.2026 04:36 AM
Gambaran Umum Pasangan GBP/USD. Pratinjau Mingguan. Akankah Inflasi Menimbulkan Masalah bagi Pound?

This image is no longer relevant

Pasangan mata uang GBP/USD juga bergerak cukup tenang pada hari Senin, yang tidak mengherankan karena tidak ada peristiwa makroekonomi maupun fundamental pada hari itu. Dalam tiga minggu terakhir, mata uang Inggris telah naik sekitar 400 poin, dan sebagian besar analis bahkan tidak membahas pound Inggris dalam analisis mereka karena mereka tidak dapat menjelaskan mengapa pound menguat tajam sementara euro pada dasarnya tetap stagnan. Kami menilai pergerakan mata uang Inggris sepenuhnya logis, dan justru euro yang saat ini bergerak tidak logis. Pertimbangkan hal berikut: pasar telah memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve menjelang akhir tahun ke dalam harga, sambil mengabaikan pengetatan suku bunga pada bulan Juni oleh Bank Setral Eropa. Selama beberapa bulan, pasar membeli dolar di tengah konflik geopolitik di Timur Tengah, dan ketika konflik berakhir (ternyata hanya sementara), pasar tetap melanjutkan pembelian dolar. Karena itu, kenaikan mata uang Eropa (termasuk pound Inggris) justru terlihat logis dan beralasan. Dengan demikian, jika ada mata uang yang saat ini bergerak tidak logis, itu adalah euro, bukan pound.

Minggu ini, kalender berisi sejumlah peristiwa menarik, tetapi kami tidak akan berfokus pada peristiwa-peristiwa sekunder karena pasar terus mengabaikan sebagian besar di antaranya. Saat ini pasar juga mengabaikan faktor geopolitik, sehingga perhatian sebaiknya hanya diarahkan pada laporan-laporan yang paling penting. Hanya akan ada satu laporan seperti itu — data inflasi di Inggris. Indeks harga konsumen akan dipublikasikan pada hari Rabu, dan proyeksi menunjukkan penurunan dari 2,8% menjadi 2,6–2,7%. Jika realisasi data sesuai proyeksi atau lebih rendah, Bank of England akan memiliki makin sedikit alasan untuk memperketat kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Namun, inflasi di Inggris mungkin kembali meningkat pada paruh kedua 2026, sebagaimana diperingatkan oleh Andrew Bailey. Karena itu, masih terlalu dini untuk merasa tenang. Namun, dengan mempertimbangkan level indikator saat ini, BoE tidak memiliki alasan untuk menaikkan suku bunga acuan pada Juli maupun September. Bulan Juni juga merupakan periode disinflasi karena konflik di Timur Tengah sempat terhenti selama beberapa minggu, dan harga minyak turun ke level sebelum perang. Namun pada Juli, konflik kembali memanas, Selat Hormuz kembali terblokir, dan harga minyak kembali naik ke kisaran USD90 per barel. Dengan demikian, inflasi mungkin kembali meningkat pada akhir Juli. Apa yang akan terjadi selanjutnya belum pasti, sehingga tidak banyak gunanya membuat proyeksi terlalu jauh.

Minggu ini, sikap dovish BoE dapat memberikan tekanan pada mata uang Inggris, yang telah mulai terkoreksi setelah penguatantiga minggu. Karena itu, kami mengantisipasi kelanjutan fase koreksi kecuali terjadi sesuatu yang luar biasa. Dari perspektif teknikal, setelah fase koreksi berakhir, pasangan GBP/USD berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area 1,3700–1,3800, di mana terdapat batas atas channel mendatar dan area harga yang telah ditempati selama setahun terakhir.

This image is no longer relevant

Rata-rata volatilitas pasangan GBP/USD selama 5 hari perdagangan terakhir sebesar 98 pip, yang dikategorikan "rata-rata" untuk pasangan pound/dolar. Pada hari Selasa, 21 Juli, kami memperkirakan pergerakan dalam kisaran yang dibatasi oleh level 1,3320 dan 1,3516. Channel atas regresi linear mengarah ke bawah, yang menunjukkan tren menurun. Indikator CCI telah membentuk divergensi "bearish" dan masuk ke area overbought, yang memberi sinyal awal koreksi turun.

Level support terdekat:

S1 – 1,3367

S2 – 1,3306

S3 – 1,3245

Level resistance terdekat:

R1 – 1,3428

R2 – 1,3489

R3 – 1,3550

Rekomendasi Trading:

Pasangan mata uang GBP/USD masih mempertahankan tren naik. Kebijakan Donald Trump akan terus memberi tekanan pada perekonomian AS, sehingga dalam jangka panjang kami tidak mengharapkan penguatan dari mata uang Amerika. Tahun 2026 diperkirakan akan menjadi periode yang sangat positif bagi dolar karena faktor geopolitik, tetapi setiap dongeng pada akhirnya akan berakhir. Namun, pada timeframe mingguan, pola datar tetap bertahan di antara level 1,3150 dan 1,3780 di dalam tren naik empat tahun, sehingga masih memungkinkan untuk mengantisipasi kelanjutan penguatan mata uang Inggris dalam jangka menengah. Posisi beli dengan target 1,3516 dan 1,3550 dapat dipertimbangkan jika harga berada di atas moving average. Jika harga berada di bawah garis moving average, trading sisi bawah (posisi jual) dapat dikejar dengan target 1,3367 dan 1,3320.

Penjelasan untuk Ilustrasi:

  • Channel regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya mengarah ke sisi yang sama, berarti tren saat ini kuat.
  • Garis moving average (pengaturan 20,0, diperhalus) menentukan tren jangka pendek dan arah yang layak untuk trading.
  • Level Murray adalah level target untuk pergerakan dan koreksi.
  • Level volatilitas (garis merah) menunjukkan kemungkinan channel harga tempat pasangan ini akan bergerak pada hari berikutnya berdasarkan indikator volatilitas saat ini.
  • Indikator CCI yang masuk ke area oversold (di bawah -250) atau area overbought (di atas +250) mengindikasikan bahwa tren akan segera berbalik ke arah berlawanan.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.