empty
 
 
05.08.2026 12:16 PM
XAU/USD – Analisis Harga dan Proyeksi: Emas Menunjukkan Momentum Bullish yang Kuat

This image is no longer relevant

Emas (XAU/USD) hari ini diperdagangkan dengan bias bullish yang kuat, mendekati batas atas kisaran trading bulanannya. Munculnya kembali optimisme terkait potensi tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, serta kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz, telah menurunkan ekspektasi terhadap kelanjutan pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve AS. Akibatnya, kubu bull dolar AS berada dalam posisi defensif, memberikan dukungan penting bagi logam mulia ini yang menguat untuk sesi kedua berturut-turut.

Terlepas dari sinyal yang beragam, para pelaku pasar masih mengantisipasi adanya solusi diplomatik untuk konflik lima bulan antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa Washington dapat mencapai kesepakatan dengan Iran mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz paling cepat pada hari Rabu, sehingga membuka jalan menuju penyelesaian konfrontasi yang lebih terukur. Secara terpisah, Axios, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan bahwa Amerika Serikat, Iran, dan Oman hampir mencapai kesepakatan sementara untuk memulihkan operasi di sepanjang jalur perairan yang sangat strategis ini.

Sementara itu, keputusan OPEC+ pada hari Minggu untuk meningkatkan produksi minyak mulai September telah meredakan kekhawatiran pasokan dan mendorong harga minyak ke level terendah sejak 13 Juni. Hal ini pada akhirnya mengurangi tekanan inflasi dan menurunkan ekspektasi terhadap sikap Federal Reserve yang lebih hawkish, sehingga menekan dolar AS sekaligus menopang harga emas.

Namun, para pelaku pasar masih memperhitungkan probabilitas yang tinggi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun, didukung oleh indikasi stabilisasi di pasar tenaga kerja AS.

Data yang dirilis pada hari Selasa oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS melalui laporan Survei Lowongan Kerja dan Perputaran Tenaga Kerja (JOLTS) menunjukkan bahwa jumlah lowongan kerja sedikit turun menjadi 7,36 juta, tetapi tetap di atas level tahun lalu. Selain itu, Presiden Federal Reserve Kansas City Jeff Schmid dan Presiden Federal Reserve Philadelphia Anna Paulson menyatakan dukungan bagi pengetatan kebijakan moneter lanjutan dan kenaikan suku bunga tambahan untuk memerangi inflasi.

Hal ini dapat mengurangi minat kubu bear dolar AS untuk membuka posisi agresif, karena fokus tetap tertuju pada data ketenagakerjaan resmi—laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang dijadwalkan rilis pada hari Jumat. Agenda utama dalam kalender ekonomi minggu ini adalah laporan Nonfarm Payrolls bulan Juli, dengan ekspektasi pasar saat ini mengarah pada penambahan sekitar 80.000 lapangan kerja baru. Berdasarkan prediksi ini, saat ini hanya diperlukan pertumbuhan lapangan kerja bulanan yang moderat untuk mencegah kenaikan tingkat pengangguran, sementara kecepatan penciptaan lapangan kerja yang setara (breakeven) bagi pasar tenaga kerja diperkirakan tidak jauh di atas 50.000 per bulan, jika pun melebihi angka tersebut. Selain itu, mempertahankan tingkat pengangguran yang stabil kini tidak lagi memerlukan pertumbuhan lapangan kerja yang besar karena pertumbuhan angkatan kerja telah melambat secara signifikan dibandingkan periode sebelum pandemi.

Untuk mengidentifikasi peluang trading jangka pendek, para pelaku pasar sebaiknya memantau dengan cermat data ekonomi AS yang akan dirilis pada sesi Amerika Utara, termasuk laporan tenaga kerja sektor swasta versi ADP dan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa ISM. Di samping itu, perkembangan lanjutan terkait krisis di Timur Tengah juga berpotensi menjadi katalis pergerakan baik bagi dolar AS maupun emas.

Secara keseluruhan, latar belakang fundamental masih mendukung kubu bull XAU/USD dan terus mengarah pada potensi berlanjutnya kenaikan intraday.

Dari perspektif teknikal, breakout intraday di atas Simple Moving Average (SMA) 50 hari mendukung prospek bullish. Pada saat yang sama, Relative Strength Index (RSI) telah bergerak ke wilayah positif, mengindikasikan momentum bullish yang berkelanjutan. Oleh karena itu, gambaran teknikal saat ini tampak telah bergeser menguntungkan bagi kubu bull, memperkuat potensi kenaikan lanjutan.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.