Lihat juga
Uji harga di 158,94 bertepatan dengan momen ketika indikator MACD baru mulai bergerak naik dari garis nol, yang mengonfirmasi titik masuk yang tepat untuk membeli dolar. Akibatnya, pasangan ini naik ke level target 159,37.
Kemarin, di tengah ketiadaan data penting dari AS, peristiwa utama adalah wawancara dengan Presiden Cleveland Federal Reserve Bank, Beth Hammack, yang menyatakan bahwa beberapa kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke 2%. Sikap hawkish ini turut memicu penguatan dolar. Bagi yen, sinyal seperti ini memberikan tekanan, karena meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed memperlebar kesenjangan antara bank sentral Amerika yang hawkish dan Bank of Japan yang jauh lebih berhati-hati. Perbedaan ini secara tradisional melemahkan mata uang Jepang, dan dengan latar belakang pernyataan hawkish dari Hammack, pasangan USD/JPY memiliki dasar untuk menguat. Selain itu, perlu diingat faktor intervensi, karena BOJ pernah melakukan intervensi di pasar untuk menopang yen ketika melemah tajam, sehingga penguatan dolar lebih lanjut dapat kembali mendorong otoritas mendekati langkah serupa.
Untuk strategi intraday, saya akan lebih mengandalkan penerapan Skenario No. 1 dan No. 2.
Skenario No. 1: Saya berencana membeli USD/JPY hari ini saat harga mencapai titik entri di sekitar 159,34 (garis hijau pada grafik) dengan target kenaikan ke level 159,81 (garis hijau yang lebih tebal pada grafik). Di sekitar 159,81, saya berencana menutup posisi buy dan membuka posisi jual berlawanan arah (mengantisipasi pergerakan 30–35 pip berlawanan arah dari level tersebut). Akan lebih baik untuk kembali membeli pasangan ini pada saat koreksi dan penurunan tajam USD/JPY. Penting! Sebelum membeli, pastikan indikator MACD berada di atas level nol dan baru mulai naik dari level tersebut.
Skenario No. 2: Saya juga berencana membeli USD/JPY hari ini jika terjadi dua kali uji berurutan di level 159,08, dengan indikator MACD berada di area oversold. Hal ini akan membatasi potensi penurunan pasangan tersebut dan memicu pembalikan pasar ke atas. Kenaikan dapat diharapkan menuju level berlawanan di 159,34 dan 159,81.
Skenario No. 1: Saya berencana menjual USD/JPY hari ini hanya setelah pembaruan level 159,08 (garis merah pada grafik), yang akan memicu penurunan cepat pada pasangan ini. Target utama bagi penjual adalah 158,67, di mana saya berencana menutup posisi jual dan langsung membuka posisi beli berlawanan arah (mengantisipasi pergerakan 20–25 pip berlawanan arah dari level tersebut). Penjual bisa kembali kapan saja; mereka hanya memerlukan sedikit sinyal dari bank sentral. Penting! Sebelum menjual, pastikan indikator MACD berada di bawah level nol dan baru mulai turun dari level tersebut.
Skenario No. 2: Saya juga berencana menjual USD/JPY hari ini jika terjadi dua kali uji berurutan di level 159,34 sementara indikator MACD berada di area overbought. Hal ini akan membatasi potensi kenaikan pasangan tersebut dan memicu pembalikan pasar ke bawah. Penurunan dapat diharapkan menuju level berlawanan di 159,08 dan 158,67.
Penting: Trader forex pemula perlu mengambil keputusan entri dengan sangat hati-hati. Sebelum rilis laporan fundamental utama, sebaiknya tetap berada di luar pasar untuk menghindari fluktuasi harga yang tajam. Jika Anda memutuskan untuk trading saat rilis berita, selalu pasang stop order untuk meminimalkan kerugian. Tanpa memasang stop order, Anda bisa dengan cepat kehilangan seluruh deposit, terutama jika Anda tidak menerapkan manajemen keuangan dan trading dengan volume besar.
Dan ingat, trading yang sukses memerlukan rencana trading yang jelas, seperti yang telah diuraikan di atas. Mengambil keputusan trading secara spontan hanya berdasarkan situasi pasar saat ini pada dasarnya merupakan strategi yang merugikan bagi trader intraday.