empty
 
 
13.03.2026 12:46 AM
Minyak pada $200: Mitos atau Realitas?

This image is no longer relevant

Jawaban untuk pertanyaan ini mungkin sulit ditemukan bahkan oleh ekonom paling cerdas, namun mari kita coba menjelaskannya. Amerika, bersama dengan Israel, telah mengguncang ketenangan, dan seluruh dunia akan merasakan dampak dari situasi ini. Sebelumnya, saya telah menyatakan bahwa konflik ini menguntungkan Amerika; jika tidak, maka konflik ini tidak akan pernah terjadi. Tentu saja, ini hanya sebuah dugaan, dan Donald Trump tetap menegaskan dalam wawancara bahwa konflik ini akan segera berakhir. Tetapi saat ini, tidak ada tanda-tanda bahwa konflik ini akan mereda, dan pasar belum memahami bagaimana Trump berencana membuat Teheran menghentikan blokade di Selat Hormuz serta serangan terhadap infrastruktur minyak dan gas di wilayah tersebut.

Sebelumnya, saya sudah mencatat bahwa Trump dapat dengan mudah mengumumkan selesainya konflik dengan mendeklarasikan kemenangan total untuk Amerika dan pencapaian semua tujuan yang telah ditetapkan. Dan apakah hal tersebut benar atau tidak, itu tidak menjadi masalah. Jika Amerika menghentikan serangan terhadap Iran, baik secara langsung maupun melalui pihak ketiga, maka ada kemungkinan, seiring waktu, Iran juga akan menghentikan serangan ke fasilitas minyak dan gas. Namun, mencari solusi terhadap permasalahan di Selat Hormuz kini akan menjadi sangat rumit.

Pada hari Rabu, juru bicara markas militer Teheran, Ebrahim Zolfaghari, mengungkapkan bahwa Iran beralih dari strategi balasan menjadi serangan yang berkesinambungan terhadap musuh-musuhnya. Ia menjanjikan bahwa AS maupun Uni Eropa tidak akan dapat mengatur harga minyak. Menurut pernyataannya, tidak akan ada seberang setetes pun minyak yang keluar dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz, dan setiap kapal atau tanker yang terhubung dengan AS atau sekutunya akan dianggap sebagai sasaran yang sah bagi militer Iran. Zolfaghari memberikan peringatan kepada seluruh dunia bahwa harga minyak dalam waktu dekat dapat mencapai 200 dolar per barel, karena harga sangat tergantung pada keamanan di wilayah tersebut, yang sekarang telah terganggu dengan parah.

This image is no longer relevant

Secara jujur, pernyataan Zolfaghari tampak lebih serius dan bukan sekadar ancaman tanpa bobot. Sebaliknya, janji-janji yang disampaikan oleh Trump terlihat sangat tidak meyakinkan. Washington mungkin terus melakukan serangan terhadap Iran, tetapi selama semua infrastruktur militer di negara itu belum hancur, tidak ada jaminan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz aman. Sulit untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghabisi semua peralatan militer, termasuk drone, tempat penyimpanan, sistem pertahanan udara, dan lain-lain. Secara potensial, konflik ini bisa berlangsung lama, dan dalam rentang waktu tersebut, kemungkinan besar harga minyak dan gas tidak akan mengalami penurunan yang berarti dari tingkat saat ini.

Struktur Gelombang untuk EUR/USD:

Berdasarkan analisis EUR/USD, saya menyimpulkan bahwa instrumen ini masih membangun segmen tren naik, namun mungkin akan segera menyelesaikannya karena konteks berita yang cepat berubah. Saat ini pasar hanya tertarik pada harga minyak dan gas serta situasi di Timur Tengah. Untuk saat ini, saya belum siap menyimpulkan bahwa tren naik telah berakhir, tetapi cukup sulit juga untuk percaya bahwa perang dengan Iran akan segera berakhir. Dengan demikian, pola gelombang mungkin memerlukan penyesuaian dalam waktu dekat.

This image is no longer relevant

Struktur Gelombang untuk GBP/USD:

Struktur gelombang instrumen GBP/USD cukup jelas. Gelombang global 5 dapat mengambil bentuk yang jauh lebih memanjang daripada yang terlihat saat ini. Saya berpendapat bahwa pembentukan satu set gelombang korektif mungkin segera selesai (atau mungkin sudah selesai), setelah itu tren naik akan berlanjut. Oleh karena itu, saat ini saya dapat merekomendasikan untuk mulai mencari peluang beli baru dengan target di atas angka 39. Menurut saya, di bawah Trump, pound Inggris memiliki peluang besar untuk naik ke $1,45–$1,50, dan segmen tren naik ini belum tampak selesai. Namun, durasi dan intensitas konflik di Timur Tengah sekarang akan sangat memengaruhi prospek instrumen ini.

Poin-Poin Utama dari Analisis Saya:

  1. Struktur gelombang sebaiknya sederhana dan mudah dipahami. Struktur yang kompleks sulit trading dan sering kali berujung pada perubahan.
  2. Jika tidak ada keyakinan terhadap apa yang terjadi di pasar, sebaiknya tidak masuk posisi.
  3. Tidak akan pernah ada kepastian 100% mengenai arah pasar. Jangan lupa memasang order Stop Loss protektif.
  4. Analisis gelombang dapat dikombinasikan dengan jenis analisis dan strategi trading lainnya.
Chin Zhao,
Analytical expert of InstaTrade
© 2007-2026

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.