empty
 
 
20.07.2026 07:50 PM
EUR/USD – Analisis Smart Money: Euro Kembali Menghadapi Tekanan

This image is no longer relevant

Pasangan EUR/USD tetap berada dalam impuls bearish lokal yang dimulai pada 17 April, sementara selama tiga minggu terakhir kubu bull hanya mampu sedikit mendorong mundur kubu bear. Meskipun bull telah melancarkan serangan, laju kenaikan mereka masih tampak kurang meyakinkan. Menurut pandangan saya, euro saat ini jauh lebih dekat dengan penurunan lanjutan daripada perpanjangan pemulihan moderatnya.

Perdagangan hari Senin dimulai dengan satu lagi penurunan, meski terbatas, pada pasangan ini. Likuiditas terbaru yang tersapu mengisyaratkan probabilitas tinggi adanya penurunan lanjutan pada EUR/USD. Sulit untuk menentukan seberapa kuat atau panjang penurunan berikutnya, namun kubu bear memiliki satu titik acuan yang jelas—swing low terbaru di 1,1325. Likuiditas juga dapat tersapu di bawah level rendah tersebut, sehingga memberi kubu bull kesempatan kedua untuk merebut kembali kendali.

Dari sisi fundamental, saya masih melihat sedikit alasan yang benar-benar kuat bagi kelanjutan dominasi bear. Perkembangan geopolitik kembali mengecewakan, namun faktor ini tampaknya tidak akan menjadi penentu utama bagi pelaku pasar, mengingat reaksi pasar terhadap gencatan senjata sementara maupun pembukaan kembali Selat Hormuz nyaris tidak terlihat. Karena itu, saya menilai kubu bear mungkin masih dapat "memeras" sedikit tambahan keuntungan dari pasar, tetapi mereka tidak akan mampu mempertahankan pergerakan saat ini tanpa dukungan fundamental yang lebih kuat.

Perlu diingat juga bahwa data terbaru pasar tenaga kerja AS keluar relatif lemah, sementara laporan inflasi menunjukkan moderasi lebih lanjut. Penciptaan lapangan kerja kembali tertahan. Dalam tiga bulan terakhir, perekonomian menciptakan sekitar 100.000 lapangan kerja lebih sedikit dari yang diantisipasi pelaku pasar. Akibatnya, melambatnya kondisi pasar tenaga kerja dan meredanya inflasi memaksa Federal Open Market Committee (FOMC) untuk mempertimbangkan keputusan terkait pengetatan kebijakan moneter lanjutan dengan jauh lebih hati-hati. Saat ini, dolar AS tidak lagi dapat sepenuhnya bergantung pada prospek kebijakan Federal Reserve sebagai satu-satunya penopang.

Faktor geopolitik kini bergeser ke latar belakang. Teheran dan Washington kembali melanggar ketentuan kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada 17 Juni, namun hal ini tidak mengejutkan pelaku pasar. Donald Trump mencabut otorisasi ekspor minyak Iran, memberlakukan kembali pembatasan pengiriman Iran, sementara Iran kembali menutup Selat Hormuz dan melanjutkan serangan terhadap kapal yang mencoba melintas.

Pasar nyaris tidak bereaksi ketika konflik mereda, sehingga kecil kemungkinan akan merespons kuat terhadap eskalasi kembali. Kita tidak menyaksikan penurunan dolar AS yang diperkirakan ketika ketegangan geopolitik mereda, dan kita juga tidak melihat penguatan euro setelah European Central Bank memperketat kebijakan moneter. Kubu bear tetap menguasai pasar meski latar belakang fundamental dan geopolitik tidak sepenuhnya mendukung mereka. Dengan ketegangan geopolitik yang kembali meningkat, kubu bear setidaknya memiliki pembenaran formal untuk melancarkan gelombang penjualan berikutnya. Namun, menurut saya, pasar kini sudah memfaktorkan perkembangan geopolitik untuk ketiga kalinya—bahkan bereaksi terhadap peristiwa yang sebenarnya belum terjadi.

Gambaran teknikal saat ini masih menunjukkan bahwa impuls bearish yang dimulai pada 17 April tetap utuh. Bearish Imbalance 17 belum teruji, sementara Imbalance 18 menjadi tidak valid setelah rilis data pasar tenaga kerja AS yang lemah. Tidak ada pola bullish yang terbentuk, dan kecil kemungkinan pola tersebut muncul dalam beberapa hari ke depan selama pasar masih cenderung bergerak dalam rentang yang sempit. Karena itu, kubu bull mungkin masih dapat melanjutkan kenaikan korektif menuju Imbalance 17, tetapi sejauh ini belum ada dasar teknikal yang jelas untuk memperdagangkan pergerakan tersebut.

Perlu dicatat pula bahwa likuiditas sudah tersapu di bawah titik rendah 1 Agustus tahun lalu (ditandai dengan garis merah pada grafik), yang kemudian segera diikuti oleh sapuan likuiditas di atas titik tinggi 2 Juli. Akibatnya, kubu bear kini memiliki lebih banyak alasan teknikal untuk tetap agresif.

Kalender ekonomi hari Senin kosong, tanpa rilis data penting baik dari Zona Euro maupun Amerika Serikat.

Kubu bull masih memiliki banyak alasan untuk melancarkan serangan baru pada 2026, dan konflik di Timur Tengah nyaris tidak mengurangi alasan-alasan tersebut. Secara struktural dan fundamental, kebijakan Donald Trump—yang tahun lalu berkontribusi pada pelemahan tajam dolar AS—belum berubah. Saat ini, saya melihat hanya sedikit faktor pendukung jangka panjang yang berarti bagi dolar meski sikap FOMC tetap hawkish. Sementara itu, EUR/USD tengah mendekati serangkaian titik rendah dan swing point yang jelas, di mana sapuan likuiditas berikutnya bisa saja terjadi, dan berpotensi menandai berakhirnya impuls bearish saat ini.

Kalender Ekonomi Amerika Serikat dan Zona Euro

Zona Euro

  • ZEW Economic Sentiment Index (09:00 UTC)

Jerman

  • ZEW Economic Sentiment Index (09:00 UTC)

Pada 21 Juli, kalender ekonomi memuat dua rilis data, yang keduanya tidak dapat dikategorikan sebagai sangat penting. Karena itu, dampak data makroekonomi terhadap sentimen pasar pada hari Selasa diperkirakan akan terbatas atau bahkan nyaris tidak ada.

Prakiraan dan Prospek Perdagangan EUR/USD

Menurut pandangan saya, pasangan ini masih berada dalam proses pembentukan tren bullish yang lebih luas. Walaupun latar belakang fundamental berbalik tajam memihak kubu bear empat bulan lalu, tren jangka panjang belum dapat dianggap batal atau selesai. Karena itu, kubu bull berpotensi memulai kenaikan baru setelah likuiditas tersapu di bawah titik-titik rendah yang jelas. Namun, membuka posisi long pada tahap saat ini tampak terlalu dini. Pola teknikal bullish sebaiknya muncul terlebih dahulu.

Saat ini, pelaku pasar hanya memiliki Bearish Imbalance 17 sebagai titik acuan. Likuiditas sudah tersapu di sekitar swing point terbaru, sementara landasan fundamental bagi kekuatan dolar AS masih diragukan. Karena itu, saya masih mengantisipasi terjadinya pemulihan bullish, namun penting untuk menunggu konfirmasi teknikal yang jelas sebelum mengeksekusi skenario tersebut. Alternatifnya, pelaku pasar dapat menunggu sinyal jual baru muncul di dalam area Bearish Imbalance 17.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.