Lihat juga
Pasangan mata uang EUR/USD melanjutkan pergerakan turunnya pada hari Senin, mengikuti tren yang dimulai minggu lalu dalam kondisi yang penuh perdebatan. Perlu diingat bahwa pada hari Kamis, Bank Sentral Eropa kembali menaikkan tiga suku bunga utamanya untuk kedua kalinya tahun ini. Pada hari Jumat, laporan inflasi AS menunjukkan inflasi tetap di level 3,4%. Dengan demikian, tidak satu pun dari kedua peristiwa tersebut memberikan dasar yang jelas bagi penguatan dolar AS. Namun, menjelang pertemuan Federal Reserve, para pelaku pasar semakin banyak berspekulasi atas kemungkinan pengetatan kebijakan moneter. Dengan ekspektasi tersebut, mata uang AS terus menguat selama empat hari berturut-turut. Jika pasar memang sedang "mendahului" hasil pertemuan Fed saat ini, maka kenaikan dolar seharusnya berakhir pada Rabu malam. Namun, kembali muncul kesan bahwa pertemuan Fed hanya dijadikan sebagai alasan. Pada time frame harian dan mingguan, EUR/USD masih bergerak dalam koreksi mendatar dengan sedikit kemiringan ke bawah, dan pasar tampaknya belum siap untuk memulai tahap kenaikan tren yang baru. Oleh karena itu, dolar menguat bukan karena faktor fundamental kebijakan moneter — mengingat ECB lebih hawkish pada 2026 — melainkan lebih karena alasan formal.
Secara teknikal, pasangan ini terus membentuk tren menurun yang baru. Pasar sekali lagi mengabaikan keputusan ECB yang "hawkish" dan justru mengantisipasi keputusan "hawkish" Fed yang sebenarnya belum diambil. Dalam jangka pendek, prospek dolar terlihat lebih menarik dibandingkan euro. Namun, hanya untuk jangka pendek.
Pada time frame lima menit hari Senin, terbentuk tiga sinyal trading yang kualitasnya kurang baik. Sinyal-sinyal tersebut muncul ketika pergerakan turun pada dasarnya sudah berakhir. Meskipun demikian, area 1,1536–1,1542 masih relevan, sehingga sinyal-sinyal baru mungkin terbentuk di sekitarnya hari ini.
Laporan COT terbaru bertanggal 8 September. Pada ilustrasi time frame mingguan, terlihat jelas bahwa posisi bersih trader nonkomersial telah berbalik menjadi "bearish" dan turun tajam pada 2026 akibat peristiwa geopolitik. Para trader telah melepas euro dan beralih ke dolar AS selama enam bulan terakhir. Kebijakan Donald Trump tidak berubah, tetapi untuk sementara waktu dolar kembali berperan sebagai "mata uang cadangan".
Namun, kami masih belum melihat faktor fundamental yang dapat mendukung penguatan lanjutan mata uang AS. Perang di Timur Tengah memang sempat membuat dolar menjadi sangat menarik, tetapi ketika "masa berlaku" faktor tersebut habis, semuanya akan kembali normal. Dan masa berlaku itu mungkin saja sudah berakhir. Dalam jangka panjang, euro mungkin melemah hingga $1,08 (garis tren), tetapi tren naiknya masih tetap relevan. Selama beberapa bulan terakhir ketika dolar menguat, pasangan ini bahkan tidak mendekati garis tersebut.
Posisi garis indikator merah dan biru menunjukkan perkiraan paritas antara bullish dan bearish. Pada minggu pelaporan terakhir, posisi long dalam kelompok nonkomersial turun 5.000 kontrak, sementara posisi short naik 12.700 kontrak. Dengan demikian, posisi bersih untuk minggu tersebut turun 17.700 kontrak.
Pada time frame satu jam, pasangan EUR/USD berbalik turun dan mulai membentuk tren menurun baru. ECB seharusnya mendukung euro dengan menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya pada 2026, tetapi saat ini pasar hanya melihat ke The Fed dan kebijakan pengetatannya. Dengan demikian, dolar dapat membentuk tren baru begitu saja, dan sentimen pasar beserta pandangannya terhadap dolar mungkin baru akan berubah pada Rabu malam.
Untuk 15 September, kami menyoroti level-level trading berikut — 1,1234, 1,1274, 1,1362–1,1368, 1,1461–1,1473, 1,1536–1,1542, 1,1585, 1,1657–1,1665, 1,1750–1,1760, 1,1786, 1,1830–1,1837, serta garis Senkou Span B (1,1613) dan Kijun-sen (1,1589). Garis-garis indikator Ichimoku dapat bergeser sepanjang hari, dan hal ini harus diperhitungkan ketika menentukan sinyal trading. Ingat untuk memindahkan Stop Loss ke titik impas jika harga bergerak 15 pip ke arah yang benar. Ini akan melindungi dari kemungkinan kerugian jika sinyal ternyata palsu.
Pada hari Selasa, indeks sentimen ekonomi ZEW zona euro dan Jerman akan dipublikasikan, yang kecil kemungkinan akan menarik minat para trader dalam kondisi saat ini. Di AS, laporan ADP mingguan yang jauh kurang signifikan akan dirilis. Tidak ada dasar untuk pergerakan besar hari ini, tetapi pasar mungkin tetap melanjutkan pembelian mata uang AS.
Hari ini, para trader dapat mempertimbangkan posisi jual dengan target di 1,1461–1,1473 jika harga berkonsolidasi di bawah 1,1536–1,1542. Rebound dari area 1,1536–1,1542 akan memungkinkan Anda membuka posisi beli dengan target di 1,1585 dan 1,1613. Volatilitas kemungkinan kembali relatif lemah hari ini.
Level harga support dan resistance ditunjukkan garis tebal merah tempat pergerakan harga mungkin berakhir. Level-level ini bukan sumber sinyal trading.
Garis Kijun-sen dan Senkou Span B adalah garis indikator Ichimoku yang dipindahkan ke time frame satu jam dari time frame empat jam. Garis-garis ini bersifat kuat.
Level ekstrem ditunjukkan garis tipis merah tempat harga sebelumnya memantul. Level-level ini merupakan sumber sinyal trading.
Garis kuning menunjukkan garis tren, channel tren, dan pola teknikal lainnya.
Indikator 1 pada grafik COT menunjukkan besaran posisi bersih dari setiap kategori trader.